Sistem ekskresi merupakan salah satu topik penting dalam pembelajaran biologi kelas 11 semester 2. Memahami fungsi dan organ-organ yang terlibat dalam proses pengeluaran zat sisa metabolisme sangat krusial bagi siswa. Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, ulangan harian atau sumatif menjadi metode evaluasi yang umum digunakan. Artikel ini akan menyajikan contoh soal ulangan mengenai sistem ekskresi beserta jawabannya, yang dirancang untuk mencakup berbagai aspek penting dari materi ini.
Outline Artikel:
-
Pendahuluan

- Pentingnya memahami sistem ekskresi.
- Tujuan artikel: memberikan contoh soal ulangan dan jawaban.
-
Konsep Dasar Sistem Ekskresi
- Definisi ekskresi.
- Perbedaan ekskresi dan defekasi.
- Zat-zat sisa yang dikeluarkan.
-
Organ-Organ Ekskresi Utama
- Ginjal: Struktur, fungsi nefron, proses pembentukan urin.
- Kulit: Struktur, fungsi kelenjar keringat.
- Paru-paru: Pengeluaran CO2 dan H2O.
- Hati: Peran dalam detoksifikasi dan pembentukan urea.
-
Contoh Soal Ulangan dan Pembahasan
- Soal Pilihan Ganda
- Soal Uraian Singkat
- Soal Uraian Analitis
-
Kesimpulan
- Rangkuman pentingnya penguasaan materi.
- Saran untuk belajar lebih lanjut.
1. Pendahuluan
Tubuh manusia adalah sebuah sistem yang kompleks dan dinamis. Setiap organ bekerja sama untuk menjaga keseimbangan internal (homeostasis) dan kelangsungan hidup. Salah satu proses vital yang terjadi dalam tubuh adalah ekskresi, yaitu pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang jika menumpuk dapat bersifat racun. Memahami sistem ekskresi, organ-organ yang terlibat, serta mekanisme kerjanya adalah fundamental bagi siswa kelas 11 semester 2 yang mendalami biologi.
Artikel ini bertujuan untuk membantu siswa dan guru dalam mempersiapkan diri menghadapi ulangan atau evaluasi mengenai sistem ekskresi. Kami akan menyajikan serangkaian contoh soal yang mencakup konsep dasar, organ-organ utama, serta proses-proses yang terjadi dalam sistem ekskresi. Setiap soal akan disertai dengan pembahasan atau jawaban yang rinci, sehingga dapat menjadi panduan belajar yang efektif.
2. Konsep Dasar Sistem Ekskresi
Sebelum masuk ke soal-soal spesifik, penting untuk merefleksikan kembali konsep-konsep dasar yang berkaitan dengan sistem ekskresi.
- Definisi Ekskresi: Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. Zat sisa ini dihasilkan dari berbagai aktivitas seluler, seperti pemecahan protein, karbohidrat, dan lemak.
- Perbedaan Ekskresi dan Defekasi: Seringkali terjadi kebingungan antara ekskresi dan defekasi. Ekskresi secara spesifik mengacu pada pengeluaran zat sisa metabolisme yang telah diolah oleh organ-organ ekskresi. Sementara itu, defekasi adalah pengeluaran sisa makanan yang tidak tercerna dari saluran pencernaan (feses). Feses bukanlah produk metabolisme, melainkan sisa makanan yang tidak dapat diserap.
- Zat-Zat Sisa yang Dikeluarkan:
- Urea: Produk utama pemecahan protein di hati.
- Karbon Dioksida (CO2): Dihasilkan dari respirasi seluler.
- Air (H2O): Merupakan produk sampingan metabolisme dan juga dikeluarkan bersama zat sisa lainnya.
- Garam Mineral Berlebih: Seperti natrium klorida (NaCl).
- Bilirubin: Pigmen empedu yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah.
- Zat Beracun/Obat-obatan: Yang perlu dikeluarkan dari tubuh.
3. Organ-Organ Ekskresi Utama
Sistem ekskresi melibatkan beberapa organ utama yang bekerja sama:
-
Ginjal: Merupakan organ ekskresi yang paling utama. Sepasang ginjal terletak di kedua sisi tulang belakang, di bawah tulang rusuk. Fungsi utamanya adalah menyaring darah, membuang zat sisa, dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh, menghasilkan urin sebagai produk akhirnya.
- Struktur Nefron: Unit fungsional ginjal adalah nefron, yang terdiri dari badan Malpighi (glomerulus dan kapsula Bowman) serta tubulus renalis (tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus kontortus distal).
- Proses Pembentukan Urin: Meliputi tiga tahap utama:
- Filtrasi (Ultrafiltrasi): Terjadi di glomerulus, di mana darah disaring. Cairan yang lolos dari glomerulus ke kapsula Bowman disebut filtrat glomerulus atau urin primer.
- Reabsorbsi: Terjadi di sepanjang tubulus renalis. Zat-zat berguna seperti glukosa, asam amino, sebagian besar air, dan ion tertentu diserap kembali ke dalam darah.
- Augmentasi (Sekresi): Terjadi di tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus. Zat-zat yang tidak diperlukan atau berlebih, seperti ion hidrogen (H+), kalium (K+), urea, dan beberapa obat, dikeluarkan dari darah ke dalam tubulus untuk membentuk urin sebenarnya.
-
Kulit: Selain sebagai pelindung, kulit juga berperan dalam ekskresi melalui kelenjar keringat (glandula sudorifera). Keringat yang dikeluarkan sebagian besar terdiri dari air, garam mineral (terutama NaCl), urea, dan sedikit asam. Pengeluaran keringat juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh.
-
Paru-paru: Berperan dalam ekskresi gas sisa metabolisme, yaitu karbon dioksida (CO2) dan sejumlah kecil uap air (H2O). Proses ini terjadi saat kita bernapas, di mana CO2 dan H2O dikeluarkan dari darah ke dalam alveolus, kemudian dihembuskan keluar tubuh.
-
Hati: Meskipun bukan organ ekskresi primer dalam arti mengeluarkan zat sisa langsung ke luar tubuh, hati memiliki peran krusial dalam sistem ekskresi. Hati berfungsi sebagai pusat detoksifikasi, mengubah zat-zat beracun menjadi senyawa yang kurang berbahaya dan lebih mudah dikeluarkan. Hati juga berperan dalam memecah hemoglobin dari sel darah merah yang tua, menghasilkan bilirubin. Bilirubin ini kemudian dikeluarkan melalui empedu ke dalam usus dan akhirnya dibuang bersama feses. Selain itu, hati juga mengubah amonia (yang sangat beracun) menjadi urea melalui siklus urea, yang kemudian dibawa oleh darah ke ginjal untuk diekskresikan.
4. Contoh Soal Ulangan dan Pembahasan
Berikut adalah contoh soal yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai sistem ekskresi, mencakup berbagai tingkat kesulitan.
A. Soal Pilihan Ganda
-
Proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh disebut…
a. Sekresi
b. Absorpsi
c. Ekskresi
d. DefekasiJawaban: c. Ekskresi
Pembahasan: Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme. Sekresi adalah pengeluaran zat yang masih berguna (misalnya hormon). Absorpsi adalah penyerapan zat. Defekasi adalah pengeluaran sisa makanan yang tidak tercerna. -
Manakah di antara zat berikut yang BUKAN merupakan produk ekskresi dari ginjal?
a. Urea
b. Garam mineral berlebih
c. Glukosa
d. AirJawaban: c. Glukosa
Pembahasan: Pada kondisi normal, ginjal akan menyerap kembali seluruh glukosa di tubulus renalis. Adanya glukosa dalam urin (glikosuria) menunjukkan adanya kelainan, misalnya diabetes melitus. Urea, garam mineral berlebih, dan air adalah zat yang diekskresikan oleh ginjal. -
Bagian nefron ginjal yang berperan dalam proses filtrasi darah adalah…
a. Kapsula Bowman
b. Tubulus kontortus proksimal
c. Lengkung Henle
d. GlomerulusJawaban: d. Glomerulus
Pembahasan: Glomerulus adalah jaringan kapiler darah tempat terjadinya filtrasi darah. Kapsula Bowman menampung hasil filtrasi. Tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus kontortus distal berperan dalam reabsorbsi dan augmentasi. -
Organ ekskresi yang berfungsi mengeluarkan karbon dioksida dan uap air dari tubuh adalah…
a. Kulit
b. Paru-paru
c. Hati
d. GinjalJawaban: b. Paru-paru
Pembahasan: Paru-paru mengeluarkan CO2 sebagai hasil respirasi seluler dan juga sejumlah uap air. Kulit mengeluarkan keringat, hati memproses zat beracun dan urea, sedangkan ginjal menghasilkan urin. -
Di hati, amonia yang bersifat racun diubah menjadi urea melalui siklus…
a. Krebs
b. Calvin
c. Siklus Urea (Ornitin)
d. Siklus Asam SitratJawaban: c. Siklus Urea (Ornitin)
Pembahasan: Siklus urea, juga dikenal sebagai siklus ornitin, adalah jalur metabolisme yang terjadi di hati untuk mengubah amonia menjadi urea. -
Proses penyerapan kembali zat-zat berguna dari filtrat glomerulus ke dalam darah terjadi pada tahap…
a. Filtrasi
b. Reabsorbsi
c. Augmentasi
d. SekresiJawaban: b. Reabsorbsi
Pembahasan: Reabsorbsi adalah proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dari tubulus ginjal ke dalam kapiler darah. -
Kelenjar keringat pada kulit berperan dalam ekskresi zat-zat berikut, KECUALI…
a. Air
b. Garam mineral
c. Urea
d. BilirubinJawaban: d. Bilirubin
Pembahasan: Keringat mengandung air, garam mineral (terutama NaCl), dan sejumlah kecil urea. Bilirubin adalah pigmen empedu yang dikeluarkan melalui hati dan usus. -
Ketika seseorang mengalami dehidrasi parah, volume urin yang dikeluarkan oleh ginjal akan…
a. Meningkat tajam
b. Tetap sama
c. Menurun
d. Tidak dapat diprediksiJawaban: c. Menurun
Pembahasan: Saat dehidrasi, tubuh berusaha menghemat air. Ginjal akan meningkatkan reabsorbsi air di tubulus, sehingga volume urin yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit dan lebih pekat. -
Organ hati berperan penting dalam sistem ekskresi dengan cara…
a. Menyaring darah dan membentuk urin.
b. Mengeluarkan karbon dioksida dari darah.
c. Mengubah amonia menjadi urea dan mendetoksifikasi racun.
d. Menyerap kembali glukosa dari filtrat.Jawaban: c. Mengubah amonia menjadi urea dan mendetoksifikasi racun.
Pembahasan: Ini adalah fungsi utama hati yang berkaitan dengan ekskresi. Ginjal menyaring darah dan membentuk urin. Paru-paru mengeluarkan CO2. Reabsorbsi glukosa terjadi di ginjal. -
Gangguan pada ginjal yang menyebabkan penumpukan urea dalam darah disebut…
a. Diabetes melitus
b. Hipertensi
c. Uremia
d. AnemiaJawaban: c. Uremia
Pembahasan: Uremia adalah kondisi medis yang ditandai dengan penumpukan produk sisa nitrogen (seperti urea) dalam darah akibat kegagalan fungsi ginjal.
B. Soal Uraian Singkat
-
Jelaskan perbedaan antara ekskresi dan defekasi!
Jawaban: Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh yang telah diolah oleh organ ekskresi (seperti urin, keringat, CO2). Defekasi adalah pengeluaran sisa makanan yang tidak dapat dicerna dari saluran pencernaan (feses). Zat yang dikeluarkan pada defekasi bukanlah produk metabolisme. -
Sebutkan empat organ utama yang berperan dalam sistem ekskresi manusia beserta zat sisa yang dikeluarkannya!
Jawaban:- Ginjal: Urea, garam mineral berlebih, air, sisa obat.
- Kulit: Keringat (air, garam mineral, urea).
- Paru-paru: Karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O).
- Hati: Bilirubin (melalui empedu), mengubah amonia menjadi urea.
-
Uraikan secara singkat tiga tahapan utama dalam proses pembentukan urin di ginjal!
Jawaban:- Filtrasi: Darah disaring di glomerulus, menghasilkan urin primer yang masuk ke kapsula Bowman.
- Reabsorbsi: Zat-zat berguna (glukosa, asam amino, air, ion tertentu) diserap kembali dari tubulus ginjal ke dalam darah.
- Augmentasi (Sekresi): Zat-zat sisa atau berlebih (ion H+, K+, urea, obat) dikeluarkan dari darah ke dalam tubulus ginjal untuk membentuk urin sebenarnya.
-
Mengapa hati disebut memiliki peran penting dalam sistem ekskresi, meskipun bukan organ yang mengeluarkan zat sisa langsung ke lingkungan luar?
Jawaban: Hati berperan sebagai pusat detoksifikasi racun dalam tubuh. Ia mengubah zat-zat berbahaya menjadi senyawa yang tidak terlalu toksik dan lebih mudah dikeluarkan oleh ginjal atau melalui empedu. Selain itu, hati juga mengubah amonia yang beracun hasil pemecahan protein menjadi urea, yang kemudian diekskresikan oleh ginjal. -
Jelaskan mengapa konsentrasi garam dalam keringat bisa meningkat pada kondisi cuaca panas atau saat beraktivitas fisik berat!
Jawaban: Pada cuaca panas atau saat beraktivitas fisik berat, tubuh akan lebih banyak berkeringat untuk mendinginkan diri. Meskipun sebagian besar keringat adalah air, tubuh juga perlu mengeluarkan garam mineral berlebih, terutama natrium klorida (NaCl). Peningkatan produksi keringat dapat menyebabkan pengeluaran garam mineral dalam jumlah yang lebih besar.
C. Soal Uraian Analitis
-
Seorang pasien menderita penyakit ginjal kronis dan harus menjalani terapi cuci darah (hemodialisis). Jelaskan mengapa pasien dengan penyakit ginjal kronis membutuhkan terapi ini, kaitkan dengan fungsi ginjal yang terganggu!
Jawaban: Ginjal memiliki fungsi vital dalam menyaring darah dari zat-zat sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, dan kelebihan elektrolit, serta mengatur keseimbangan cairan dan pH darah. Pada penyakit ginjal kronis, kemampuan ginjal untuk melakukan fungsi-fungsi ini menurun drastis atau bahkan hilang. Akibatnya, zat-zat sisa tersebut akan menumpuk dalam darah (uremia), menyebabkan keracunan, gangguan keseimbangan cairan (edema), dan gangguan keseimbangan elektrolit yang berbahaya bagi tubuh. Hemodialisis adalah terapi pengganti ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah dari zat-zat sisa tersebut secara artifisial, sehingga menggantikan peran ginjal yang sakit dan menjaga agar kondisi pasien tetap stabil. -
Jelaskan hubungan antara sistem pernapasan dan sistem ekskresi, serta berikan contoh zat sisa yang dikeluarkan melalui kedua sistem ini!
Jawaban: Sistem pernapasan dan sistem ekskresi saling berhubungan karena keduanya terlibat dalam pengeluaran zat sisa dari tubuh. Sistem pernapasan mengeluarkan gas sisa metabolisme utama, yaitu karbon dioksida (CO2), yang merupakan hasil dari respirasi seluler. Selain CO2, paru-paru juga mengeluarkan sejumlah kecil uap air (H2O) melalui pernapasan. Sistem ekskresi, melalui organ-organ seperti ginjal, mengeluarkan zat sisa metabolisme lainnya seperti urea, garam mineral berlebih, dan air dalam bentuk urin. Jadi, kedua sistem ini bekerja sama untuk menjaga homeostasis tubuh dengan membuang produk sampingan metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan atau bersifat toksik. -
Bayangkan Anda adalah seorang ahli gizi yang sedang memberikan saran kepada seorang atlet yang akan mengikuti perlombaan maraton. Jelaskan bagaimana pentingnya menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit bagi atlet tersebut, kaitkan dengan fungsi ginjal dan kulit dalam ekskresi!
Jawaban: Bagi atlet maraton, menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit sangat krusial.- Hidrasi: Saat berlari jarak jauh, tubuh akan kehilangan banyak cairan melalui keringat. Ginjal berperan dalam mengatur keseimbangan cairan tubuh. Jika atlet mengalami dehidrasi, ginjal akan berusaha menghemat air dengan mengurangi produksi urin dan membuatnya lebih pekat. Namun, dehidrasi parah dapat mengganggu fungsi ginjal dan kinerja tubuh secara keseluruhan.
- Keseimbangan Elektrolit: Keringat tidak hanya mengandung air, tetapi juga garam mineral seperti natrium dan kalium. Elektrolit ini penting untuk fungsi saraf dan otot. Kehilangan elektrolit berlebih melalui keringat dapat menyebabkan kram otot, kelelahan, bahkan gangguan irama jantung. Ginjal juga berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit dalam darah.
Oleh karena itu, atlet perlu minum cukup air sebelum, selama, dan setelah perlombaan, serta mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit untuk menggantikan kehilangan yang terjadi melalui keringat. Ini membantu ginjal dan kulit menjalankan fungsinya secara optimal dan mencegah gangguan metabolisme serta dehidrasi.
5. Kesimpulan
Memahami sistem ekskresi adalah kunci untuk mengerti bagaimana tubuh menjaga keseimbangan internalnya dan membuang racun. Soal-soal yang disajikan di atas mencakup berbagai aspek penting, mulai dari definisi dasar hingga analisis fungsi organ-organ ekskresi. Dengan mempelajari contoh soal dan pembahasannya secara cermat, diharapkan siswa dapat mengidentifikasi area yang perlu diperkuat dalam pemahaman mereka.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan, disarankan untuk tidak hanya menghafal jawaban, tetapi juga memahami konsep di baliknya. Buatlah rangkuman materi, gambar diagram organ ekskresi, dan diskusikan soal-soal sulit dengan teman atau guru. Penguasaan materi sistem ekskresi akan memberikan bekal pengetahuan yang berharga dalam memahami kesehatan tubuh dan biologi secara lebih luas.
